Tempat Wisata di Malang dan Sekitarnya yang Murah dan Menarik

Tempat Wisata di Malang dan Sekitarnya yang Murah dan Menarik -- Wisata Alam dan Wisata Kuliner di Malang, Tempat Wisata di Malang yang Hits dan Wajib Dikunjungi Saat Liburan, Tempat Wisata di Malang yang Murah, Tempat Wisata Unik di Malang, Hotel di Dekat Tempat Wisata Malang, Review Tempat Wisata di Malang, Tempat Wisata Romantis di Malang, Tiket Masuk.

Berlibur di Kota Apel alias Malang adalah salah satu alternatif yang menarik dan tidak menghabiskan banyak biaya untuk akhir pekan Anda. Salah satu kota yang terletak di Provinsi Jawa Timur ini sangat terkenal sebagai kota pariwisata karena memiliki beragam obyek yang layak untuk dikunjungi. Nama Malang sendiri berasal dari Malangkuçeçwara yang merupakan puncak dari Gunung Buring. Adapula yang mengatakan bahwa nama ini berasal dari jaman Kerajaan Mataram yang ingin meluaskan wilayah kerajaannya ke Jawa namun dihalang-halangi oleh masyarakat di daerah tersebut. Sejak itulah nama tempat itu disebut Malang yang artinya membantah atau menghalang-halangi. Dalam artikel berikut kami akan memberikan beberapa alternatif berlibur di kota yang dikenal dengan sejuta peninggalan bersejarah ini.

Candi Singasari

Candi Singasari adalah Candi Hindu Buddha yang terletak di di Desa Candirenggo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang atau sekitar 10 kilometer dari pusat kota Malang. Candi ini dibangun sekitar abad ke 1300 Masehi dan disebut-sebut diperuntukkan untuk menghormati Raja Kertanegara. Candi Singasari ini terkenal karena berkaitan erat dengan cerita Dinasti Singasari yang menceritakan tentang seorang istri dari akuwu (pemimpin daerah setingkat kecamatan) cantik bernama Ken Dedes yang bersuamikan Tunggul Ametung. Alkisah seorang pemberontak bernama Ken Arok datang merebut kekuasaan Tunggul Ametung dan sekaligus merebut istrinya yang cantik. Ken Arok membunuh Tunggul Ametung dengan menggunakan keris Mpu Gandring. Sang pembuat keris ini pun juga dibunuh oleh Ken Arok dengan menggunakan keris buatannya sendiri. Oleh karenanya Mpu Gandring mengutuk bahwa Ken Arok akan mati karena tertusuk keris yang sama. Kutukan itu terbukti benar karena setelah Ken Arok menggantikan Tunggul Ametung kemudian mengalahkan Raja Kertanegara dan menobatkan dirinya sendiri menjadi Raja Singasari yang pertama, ia dibunuh oleh Anusapati, putra dari Ken Dedes dan Tunggul Ametung yang menaruh dendam pada Ken Arok yang membunuh ayahnya.

Jika Anda berkunjung ke Candi Singasari, Anda akan melihat beberapa peninggalan candi berupa arca Dwarapala yang berjumlah dua buah. Arca ini adalah representasi dari raksasa penjaga gerbang. Ukuran keduanya sangatlah besar yakni dengan tinggi 3.7 meter dan lingkar badan 3.8 meter. Sementara di dalam candinya sendiri ada beberapa arca namun keadaannya tidak cukup baik. Sebenarnya, kebanyakan dari arca candi Singasari dapat Anda temui di Museum Volkenkunde yang terletak di Provinsi Leiden, Belanda. Konon pada saat ditemukan Candi ini dalam keadaan rusak berat dan begitupula dengan arcanya. Untuk menyelamatkan arca-arca ini, gubernur jenderal yang bertugas membawanya ke rumah dinas. Pada suatu saat semua milik gubernur jenderal dikembalikan ke Belanda. Hingga saat ini arca Singasari yang disimpan di museum Belanda masih dalam keadaan yang terawat dengan baik.

Museum Brawijaya

Wisata edukasi juga dapat dilakukan di Malang, salah satunya dengan mengunjungi Museum Brawijaya. Museum ini dibangun sejak 1962 dan akhirnya diresmikan pada 1968. Museum yang berlokasi di Jalan Ijen, Malang, ini memiliki enam buah fungsi yaitu sebagai media pendidikan, media rekreasi, media penelitian ilmiah, media pendidikan mental dan semangat nasionalisme, serta media pembinaan semangat juang di daerah.

Museum ini terdiri atas lima buah ruangan. Area pertama adalah taman senjata bernama Agne Yastra Loka sebagai penanda Revolusi 1945. Ada lima benda jenis benda bersejarah yang dipamerkan di taman ini, yaitu: tank buatan Jepang hasil rampasan pemuda Surabaya, senjata penangkis serangan udara milik Jepang yang direbut pemuda di tahun 1945, meriam hasil rampasan dari Belanda pada tahun 1945, tank amfibi Belanda, dan patung Jendral Soedirman.

Di ruang kedua terdapat lobby yang berisi dua buah relief dan simbol-simbol kenegaraan Indonesia. Relief sebelah selatan menggambarkan kekuasaan Majapahit sementara yang sebelah utara menceritakan tentang kekuasaan Brawijaya dan upaya-upayanya dalam menegakkan kemerdekaan. Simbol-simbol kenegaraan yang dimaksud adalah lambang TNI AD. Adapun di halaman tengah terdapat Gerbong Maut dan Perahu Segigir.

Di ruang koleksi 1 terdapat barang-barang peninggalan sejarah yang ada pada tahun 1945 – 1949, termasuk foto panglima kodam di Jawa Timur, pedang samurai, lukisan pertempuran dan mata uang yang berlaku pada masa tersebut. Di ruang koleksi 2 terdapat peta kota Malang, peralatan perang yang pernah digunakan pasukan Brawijaya untuk merebut Irian Barat, mata uang Jepang yang berlaku, serta piala dan tanda penghargaan dari satuan Kodam Brawijaya.

Di gedung terakhir ada perpustakaan yang menyimpan buku dan koleksi dokumen sejarah perjuangan TNI, karya umum dan referensi yang terkait dengan perjuangan dalam menjaga Republik Indonesia.
Untuk Anda yang tertarik, jangan lupa untuk datang ke museum ini pada pukul 08.00 – 14.30 pada hari Senin-Kamis, atau sampai pukul 11.30 pada hari Jumat, serta Sabtu dan Minggu pada pukul 08.00 – 13.00.

Wisata Kampung Warna-Warni Jodipan

Untuk Anda penyuka tempat menarik untuk menjadi background foto instagram, mampirlah ke Kampung Jodipan dengan gaya rumah warna-warni yang sangat menarik mata. Desa ini terletak di Gang 1, Jodipan, Blimbing, Kesatrian, Malang. Awalnya, kampung ini adalah kampong yang kumuh. Akan tetapi tangan terampil dari mahasiswa-mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang kemudian menggubah perkampungan ini menjadi desa wisata. Sembilan puluh satu rumah warga dicat dengan lima belas warna berbeda, mulai dari dinding, atap hingga tiang rumah. Pengecatannya dilakukan bersama antara warga, TNI, Polri dan tukang cat sewaan untuk menyelesaikan projek yang disebut Indana Paint ini. Meskipun belum selesai menata seluruh kampung menjadi objek wisata, namun kampung yang dulunya tidak menghasilkan ini sekarang bisa jadi daya tarik wisata. Untuk berfoto di kampung ini Anda dikenakan biaya kontribusi sebesar Rp 2.000,00 saja. Ide wisata yang unik ini mudah-mudahan mampu mengangkat perekonomian masyarakat sekitar ya. Salut untuk rekan-rekan mahasiswa kreatif yang mau langsung turun tangan dalam menyelesaikan masalah perkampungan kumuh. Jika Anda tertarik berfoto di sini, jangan lupa untuk mengambil foto di Jembatan Embong Brantas, dinding warna-warni, lorong payung, lukisan tiga dimensi, dan tangga beraneka warnannya ya. Jangan lupa untuk datang sebelum gelap agar warnanya terlihat dengan jelas di hasil foto Anda.

Air Terjun Coba Rais

Coban rais adalah air terjun di daerah Malang yang terletak di Dusun Dresel, Desa Oro-oro Ombo. Air terjun ini terletak di bagian dalam Bumi Perkemahan. Awalnya air terjun ini hanyalah obyek wisata tambahan sehingga hanya orang yang berkemah saja yang kemudian menikmati fasilitas melihat air terjun ini. Akan tetapi lambat laun tempat ini semakin terkenal. Pada tahun 2017 saja pernah ada 4000 pengunjung sehari pada saat hari libur. Kecantikan alam dan harga tiket masuknya yang murah yakni hanya Rp 7.500,00 saja membuat tempat ini banjir wisatawan.

Air terjun ini dulunya bernama Coban Sabrangan. Kata coban mengandung makna bahwa untuk sampai ke air terjun ini Anda perlu menyebrang hingga 14 kali. Nama Rais sendiri diambil dari nama salah satu penduduk yang sering disapa dengan Pak Rais.

Coban Rais ini terletak di lereng Gunung Panderman. Ketinggiannya sekitar 75 meter dan kemiringannya hingga 90 derajat. Tempat ini sangat diminati wisatawan karena mampu memberikan spot foto yang luar biasa cantik, alam yang asri dan rindang serta pemandangan yang membuat kelelahan Anda luntur. Di tempat ini juga sudah dibangun fasilitas berupa kamar mandi dan mushala yang akan membantu Anda yang ingin berlama-lama di tempat ini tapi tidak ingin melewatkan waktu untuk beribadah. Selain itu juga ditempat ini sudah dibangun café yang dihias dengan kebun bunga. Ada banyak menu makanan murah seperti halnya nasi goring, bakso, lumpia dan aneka minuman yang siap mengganjal perut Anda.

Demikianlah beberapa alternatif tempat berwisata yang dapat Anda mampiri ketika bermain ke Kota Malang. Masing-masing tempat wisata memiliki ciri khas dan keunggulan yang bisa Anda sesuaikan dengan minat Anda. Malang memang punya banyak sejarah, budaya dan pemandangan alam yang pastinya menarik untuk dikunjungi. Harganya yang bersahabat tentu adalah bonus bagi para pengunjung. Jadi sudah siapkan Anda mengeksplor Malang?