Tempat Wisata di Padang dan Sekitar yang Murah dan Menarik

Tempat Wisata di Padang dan Sekitar yang Murah dan Menarik -- Tempat Wisata Alam dan Kuliner di Padang yang Hits, Tempat Wisata di Padang dan Sekitar yang Wajib Dikunjungi, Tempat Wisata Romantis di Padang, Tempat Wisata Anak di Padang, Tempat Wisata di Padang yang Populer, Tempat Wisata di Padang yang Asyik untuk Liburan, Destinasi Tempat Wisata di Padang.

Padang adalah Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat. Namanya berasal dari kondisi geografisnya yang berupa dataran yang amat luas. Dalam Bahasa Minang, suku asli yang berasal dari Padang, nama tersebut juga berarti Pedang. Padang adalah kota dengan nilai sejarah yang sangat tinggi.

Selain pada masa kerajaan-kerajaan nusantara, Padang yang merupakan kota pelabuhan ini merupakan pintu gerbang barat Indonesia bagi mereka yang datang dari Samudra Hindia. Kota ini langsung menjadi tempat yang ramai ketika Belanda menginjakkan kakinya melalui VOC.

Sampai saat ini Padang di kenal sebagai kota pelabuhan, pendidikan, seni dan adat yang kental. Termasuk juga kota yang religi dan kota pariwisata yang sangat eksotis untuk dieksplor bersama orang terkasih. Dalam artikel berikut akan kami sajikan beberapa alternatif tempat wisata di Kota Padang yang dapat Anda jadikan tempat berlabuh ketika lelah melanda.

Kepulauan Mentawai

Kepulauan Mentawai adalah bagian dari serangkaian pulau non-vulkanik yang terletak di Provinsi Sumatera Barat. Kepulauan ini juga termasuk dalam gugusan kepulauan yang memiliki puncak dari suatu pegunungan bawah laut. Ada empat pulau yang masuk dalam wilayah Kepulauan Mentawai, meliputi Pulau Siberut, Pulau Pagai Utara, Pulau Pagai Selatan dan Pulau Sipora. Keempat pulau ini memiliki pemandangan alam yang aduhai dengan pantai berpasir putih dan air yang berwarna biru jernih. Selain itu di tempat ini juga dengan mudah dapat dijumpai satwa endemik seperti halnya Monyet Mentawai, Tupai Katsuri, Beruk Mentawai, Tupai Terbang Siberut dan lainnya. Jika ingin mencapai Kepulauan ini dari Kota Padang, Anda dapat menempuh perjalanan laut dengan biaya Rp 100.000an saja. Akan tetapi rute ini hanya ada dua kali seminggu yaitu pada Minggu dan Kamis malam. Kepulauan ini memang dirancang sebagai destinasi wisata sehingga Anda tidak perlu ragu menginap. Ada banyak homestay yang bisa Anda sambangi dengan harga ynag bersahabat.

Jembatan Siti Nurbaya

Pernah dengan cerita Siti Nurbaya yang ditulis oleh marah Roesli? Cerita ini mengisahkan bagaimana kisah kasih tak sampai antara sepasang remaja Minangkabau bernama Siti Nurbaya dan Samsulbahri. Ketika Samsulbahri melanjutkan studi ke Batavia, di luar dugaan Siti Nurbaya menikah dengan Datuk Maringgih, seorang yang kaya namun berperangai buruk, agar ayahnya bisa terbebas dari hutang. Kisah ini berakhir tragis karena Siti Nurbaya terbunuh oleh Datuk Maringgih. Samsulbahri yang mendengar kematian Siti Nurbaya berniat bunuh diri menyusul kekasihnya. Akan tetapi upaya tersebut gagal, ia pun bergabung dengan Belanda. Bertahun-tahun kemudian, Datuk Maringgih sendiri pada akhirnya tewas di tangan Samsulbahri yang menjadi tentara kolonial Belanda.

Kisah cinta yang tragis ini sangat terkenal di seluruh Indonesia bahkan juga ke luar negeri. Walaupun tidak diketahui kebenaran adakah tokoh ini sebenarnya, namun konon katanya di puncak Gunung Padang terdapat makam yang disebut-sebut sebagai makam SIti Nurbaya. Legenda kisah ini kemudian menjadi ikon tersendiri bagi Kota Padang yang menjadi setting awal cerita. Sebuah jembatan yang menghubungkan jalan Nipah sampai dengan jalan Batang Arau dengan total panjang 600 meter ini kemudian diberi nama Jembatan Siti Nurbaya.

Di balik kisah asal usul namanya yang tragis, Jembatan SIti Nurbaya ini memiliki pemandangan yang sangat indah, terutama jika Anda mengunjunginya pada waktu menjelang matahari terbenam. Di sekitar jembatan ini Anda juga dapat mendapati aneka makanan tradisional yang dijual secara lesehan. Anda dapat memilih sate padang, jagung bakar dan lainnya untuk menemani saat bersantai Anda di depan Jembatan ikonik ini.

Istana Pagaruyung

Tahukah Anda bahwa di Padang pernah ada sebuah kerajaan yang bernama Pagaruyung? Kerajaan ini disebut-sebut berdiri pada tahun 1347 dan memiliki bentuk pemerintahan monarki. Kerajaan ini awalnya merupakan kerajaan Budha namun setelah masukkan Islam ke Nusantara kerajaan ini berganti menjadi kerajaan Islam. Istana beradat Minangkabau ini dikenal dengan istilah istana api, karena seringnya kerajaan ini terbakar di masa lalu. Sebenarnya istana yang dijadikan ikon wisata Padang saat ini adalah replica dari kerajaan aslinya yang berlokasi tak jauh dari tempat yang sekarang. Jika berkunjung ke istana ini selain dapat melihat arsitektur khas Sumatera Barat ini juga bisa mencoba menggunakan pakaian adata khas Minang. Di bagian belakang istana juga terdapat Gunung Bungsu yang pastinya menjadi pemandangan yang menyejukkan untuk bersantai bersama orang terkasih.

Pelabuhan Teluk Bayur

Bagi Anda pecinta lagu klasik era 80an, mungkin tak asing lagi dengan sebuah lagu dari Ernie Djohan dengan judul Teluk Bayur dan memiliki lirik yang sangat sendu, ku kan mencari ilmu di negri orang .. nantikanlah aku di teluk bayur...

Orang Padang terkenal gemar merantau dan tak sungkan berburu ilmu ke daerah lain bahkan sampai ke luar negeri. Lihat saja novel Siti Nurbaya yang mengambil setting di Padang dan menceritakan tokoh utama pria yang melanjutkan sekolahnya ke Batavia. Nah, lagu tadi seolah mencerminkan bagaimana seseorang yang pamit untuk melanjutkan sekolahnya ke luar Padang dan meminta orang yang dicintainya untuk menunggu kedatangannya kembali di Teluk Bayur, sebuah pelabuhan yang memang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Pelabuhan ini dulunya adalah pintu ekspor-impor barang yang masuk dan keluar dari Padang. Dulu seusai Perang Dunia I, pelabuhan ini pernah masuk dalam jajaran lima pelabuhan tersibuk di Indonesia. Hanya saja saat ini popularitasnya sudah dikalahkan oleh Selat Malaka dimana Singapura mulai menjadi tempat transit.

Namun di samping fungsi utamanya sebagai gerbang perekonomian di Padang, Pelabuhan Teluk Bayur memiliki arsitektur yang sangat indah karena didesain oleh seorang arsitek Belanda bernama J.P. Yzerman. Pelabuhan ini memiliki air yang biru dengan banyak kapal yang lalu lalang. Kecantikan ini akan semakin meningkat apabila Anda mengunjungi ketika matahari tenggelam dan lagi banyak cahaya lampu dari pelabuhan.

Pantai Caroline

Pantai Caroline alias Pantai Teluk Bungus yang berlokasi di Jalan Padang Painan, Bungus Selatan, Bungus Teluk Kabung, Bungus Sel., Bungus Tlk. Kabung, Kota Padang ini merupakan salah satu destinasi wisata yang sangat bagus untuk dikunjungi jika Anda main ke Padang. Pantai ini dikenal memiliki pasir putih yang terhampar luas dan pepohonan yang mengelilingi pantainya. Tempat ini digunakan masyarakat sekitar dan para wisatawan yang ingin berlibur santai, sambil duduk-duduk menikmati pantai, bermain bola, berkeliling pantai dengan perahu maupun duduk sambil menikmati kuliner khas Padang. Di tempat ini juga terdapat banyak penginapan dan hotel yang harganya snagat terjangkau, mulai dari Rp 100.000,00 saja.

Museum Adityawarman

Museum Adityawarman adalah sebuah museum budaya di Provinsi Sumatera Barat yang terletak di Jalan Diponegoro No. 10, Padang. Museum ini didirikan pada tahun 1977. Nama museum ini diambil dari nama seorang raja Malayapura abad ke-14 yang sangat terkenal, namanya Adityawarman. Beliau hidup di antara tahun 1309 hingga 1328. Selain memang memiliki banyak prestasi, raja ini terkenal karena ia masih memiliki hubungan sepupu dengan raja Majapahit Jayanegara dan juga cucu dari raja Kerajaan Melayu, Tribhuanaraja. Museum ini memiliki konsep koleksi benda-benda bersejarah, cagar budaya Minangkabau, termasuk juga rumah-rumah khas Minang misalnya Rumah Bagonjong atau Baanjuang. Di museum ini terdapat sepuluh jenis koleksi berbeda meliputi geologika/geografika, biologika, etnografika, arkeologika, historika, numismatika/heraldika, filolo­gika, keramologika, seni rupa, dan teknalogika.

Di museum ini Anda dapat melihat banyak aktivitas perempuan Minang, mulai dari mengasuh anak, memasak, dan mengajarkan budaya pada anak melalui pantun. Di kebudayaan Minang, siste yang dianut adalah matrilinear, berbeda dengan kebanyakan daerah lainnya di Indonesia yang menganut sistem patrilinear. Selain itu ada pula koleksi benda bersejarah dan budaya Suku Mentawai yang memiliki adat berbeda dengan suku Minang.

Demikianlah beberapa tempat wisata menarik yang pastinya murah tapi bernilai sejarah dan seni yang mampu mengantarkan perjalanan liburan Anda berkeliling Kota Padang. Sekedar tips bagi Anda yang ingin berwisata ke Padang, jangan lupa untuk membuat daftar list dan rute perjalanan agar rencana liburan Anda menjadi menyenangkan. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda semua.