Tempat Wisata di Solo dan Sekitarnya yang Murah dan Menarik

Tempat Wisata di Solo dan Sekitarnya yang Murah dan Menarik -- Tempat Wisata di Solo dan Sekitar yang Wajib Dikunjungi, Tempat Wisata Alam dan Kuliner di Solo yang Hits, Tempat Wisata Romantis di Solo, Tempat Wisata Anak di Solo, Tempat Wisata di Solo yang Populer, Tempat Wisata di Solo yang Asyik untuk Liburan, Destinasi Tempat Wisata di Solo yang Menyenangkan.

Solo alias Surakarta adalah salah satu Ibu Kota provinsi di Indonesia, tepatnya di Jawa Tengah. Ciri daerah ini adalah penduduknya yang ramah dan santun, sederhana dan makanan khasnya yang terkenal sangat lezat. Tak hanya itu, kota dengan luas kira-kira 46 km2 memiliki beragam budaya dan khasanah adat yang sangat menarik untuk dikenali lebih jauh.

Tak heran banyak wisatawan yang meletakkan Solo dalam list travel unggulan yang ingin dikunjungi. Jika Anda salah satunya, tidak usah khawatir kehabisan ide akan pergi kemana karena dalam artikel berikut kami akan membahas banyak lokasi yang dapat Anda jadikan tujuan jika berlibur ke Kota yang terkenal dengan lagu Bengawan Solo nya ini.

Keraton Solo

Keraton Solo memiliki nama resmi Keraton Surakarta Hadiningrat yang merupakan istana resmi Kasunanan Surakarta yang didirikan pada tahun 1744 pada masa pemerintahan Susuhunan Pakubuana II. Walaupun sejak tahun 1945 Kusunanan Surakarta adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, nyatanya Keraton Surakarta hingga kini masih digunakan sebagai tempat untuk melaksanakan tradisi kenegaraan. Saat ini, Keraton Surakarta juga digunakan sebagai museum tempat untuk menyimpan berbagai benda pusaka dan koleksi pribadi keratin, mulai dari keris, gamelan hingga hadiah dari raja-raja Eropa.

Arsitektur Keraton Solo ini bergaya tradisional Jawa yang dirancang oleh Pangeran Mangkubumi, yang juga merupakan arsitek dari Keraton Jogja. Ada sentuhan gaya Eropa dengan ciri khasnya yang berwarna putih pada istana setelah bangunan ini dipugar pada tahun 1839 – 1939 di masa pemerintahan Pakubuana X.

Ada enam ruangan yang terdapat di Keraton Solo ini, meliputi: kompleks alun-alun utara yang merupakan tempat menyimpan hewan hasil buruan, kompleks sasana sumewa yang merupakan tempat menghadap para punggawa kerajaan, kompleks kamandungan utara yang merupakan tempat penyimpanan kereta sang sultan, kompleks sri manganti yang merupakan tempat serah terima jabatan resmi pemerintahan, upacara adat seperti khitanan putra sri sultan dan juga tempat menjatuhkan vonis bagi kerabat sultan yang melakukan pelanggaran.

Kemudian ada pula kompleks kedaton yang merupakan tempat tunggu bagi tamu-tamu kerajaan dan terakhir ada kompleks magangan yang merupakan tempat bagi para calon pegawai kerajaan. Tempat-tempat ini sekarang dibuka untuk umum dengan banyak barang pajangan yang disesuaikan dengan fungsi ruangan tersebut pada awalnya.

Jika Anda tertarik untuk mengunjungi keraton yang terletak tepat di pusat kota Solo ini, datanglah pada hari Senin-Kamis pada pukul Sembilan pagi hingga pukul dua siang atau pada hari Sabtu dan Minggu pada pukul Sembilan pagi hingga pukul tiga sore. Perlu diperhatikan bahwa hari Jumat istana ini tidak dibuka. Adapun tiket masukknya sangat murah, yakni Rp 10.000,00 saja. Apabila Anda pergi dalam rombongan, ada potongan Rp 2.000,00 per orangnya juga.

Taman Sriwedari

Bagi Anda yang ingin mengajak putra-putri Anda berlibur ke pusta hiburan, budaya dan seni, silahkan mampir ke Taman Sriwedari yang berlokasi di Jalan Brigjend Slamet Riyadi No.275, Sriwedari, Laweyan, Kota Surakarta. Di tempat ini dulunya adalah sebuah taman hiburan bagi keluarga kerajaan yang dibangun Sultan Pakubuwana X di atas sebuah tanah yang dibeli dari seorang berkebangsaan Belanda bernama Johannes Buselar. Ide awal dari taman rekreasi keluarga kerajaan ini adalah untuk mewujudkan suatu konsep taman surge. Saat ini taman rekreasi ini terbuka untuk umum dan memiliki banyak fasilitas menarik, seperti halnya pusat hiburan gedung wayang orang dimana pengunjung dapat menyaksikan pertunjukan wayang orang yang biasanya menceritakan lakon Mahabarata dan Ramayana. Selain itu juga terdapat aneka stand makanan dan souvenir yang membuat liburan Anda semakin komplit. Jika ingin kemari, Anda hanya perlu menyiapkan uang tiket sebesar Rp 7.000,00 saja.

Museum Fosil Sangiran

Pada saat belajar Sejarah dulu, Anda masih ingat ada sebuah nama tempat yang disebutkan sebagai tempat penemuan situs purbakala yang terkenal di Indonesia? Ya, salah satunya Sangiran yang terletak di Solo, tepatnya 15 km dari pusat kota. Sangiran diakui oleh UNESCO sebagai situs arkeologi penting dunia yang bermanfaat bagi penelitian lebih lanjut tentang fosil manusia.

Awal mulanya tempat ini bisa menjadi terkenal karena von Koenigswald yang merupakan arkeolog asal Belanda menemukan sangat banyak fosil di daerah ini dan kemudian mengumpulkannya menjadi satu koleksi di Sangiran. Walaupun penggalian ini sudah selesai sejak tahun 1941, nyatanya baru sejak tahun 2011 lah Museum Sangiran ini resmi dibuka sebagai pusat arkeologi tanah air. Ada empat bangunan utama dalam museum yang memiliki fungsi berbeda, yakni: Krikilan sebagai tempat pusat pengunjung museum, Negbung sebagai tempat untuk membahas sejarah penemuan situs di Sangiran, Bukuran sebaga pusat informasi penemuan fosil manusia prasejarah di Sangiran, dan Dayu sebagai tempat informasi mengenai penelitian terbaru. Jika Anda tertarik dengan penelitian fosil tanah air, datanglah kemari pada hari Selasa-Minggu setiap pukul delapan pagi hingga 14.30. Perlu diingat bahwa hari Senin museum ini tidak beroperasi. Ohya, tiket masuknnya murah lho, hanya Rp 5.000,00 saja.

Benteng Vastenburg

Bagi Anda pecinta arsitektur peninggalan zaman colonial Belanda, jangan sampai tidak mampir ke Benteng Vastenburg yang berlokasi di Gladak, Surakarta. Banteng ini dibangun atas perintah Gubernur Jenderal Baron van Imhoff pada tahun 1745, sebagai sarana pengawasan Belanda terhadap Kasunanan Surakarta. Banteng ini memiliki desain yang cantik, dengan empat buah bastion di masing-masing sisinya yang berbentuk persegi. Di sekeliling tembok banteng terdapat parit yang berfungsi untuk melindungi pintu masuk dari depan maupun belakang. Pasca kemerdekaan, banteng ini pernah dijadikan tempat pelatihan bagi anggota TNI. Akan tetapi setelah tahun 1980-an tidak ada aktivitas yang terlihat dan banteng ini pun menjadi terbengkalai. Pemerintah akhirnya menengok kembali keberadaan banteng tua sarat sejarah ini pada tahun 2014. Tembok banteng dicat ulang dengan warna putih dan kemudian mulai dipromosikan sebagai salah satu objek ikonik di Kota Surakarta.

Omah Lowo

Omah Lowo alias rumah kelelawar adalah wisata unik yang terdapat di Solo. Tempat ini berada di Purwosari, Laweyan, Surakarta, dan merupakan rumah bergaya klasik yang disebut-sebut menjadi sarangnya burung kelelawar. Suasana yang cukup horror ditambah lagi dengan desas desus penampakan yang sering dilihat masyarakat sekitar, justru membuat popularitas rumah ini meroket. Kabarnya sepanjang pagi sampai siang hari, Anda akan mendengar suara kelelawar dari rumah peninggalan zaman Belanda tersebut, namun di sore dan malam hari Anda bisa melihat langsung bagaimana kelelawar tersebut beterbangan. Pada zaman perjuangan rumah tersebut sering menjadi lokasi persembunyian tentara Indonesia, pernah juga kemudian menjadi gedung veteran dan kantor haji dan dagang Kota Surakarta pada tahun 1980-an. Saat ini Omah Lowo diwacanakan untuk menjadi salah satu cagar budaya Kota Surakarta.

Rumah Terbalik Solo

Bagi Anda yang lebih suka wisata kekinian, jangan khawatir karena Solo juga gudangnya para seniman kreatif. Coba saja tengok ke Jalan Adisucipto Solo, tepatnya di depan stadion Manahan, ada sebuah rumah unik yang disebut dengan Rumah Terbalik Solo. Rumah ini memiliki ciri khas yang menarik karena jika Anda masuk ke sana, tempatnya seolah-olah menarik. Anda pun bisa seolah-olah melayang di dalam rumah karena efek desainnya. Tiket masuk ke Rumah Terbalik Solo ini hanya sebesar Rp 35.000,00 saja. Tempat nyentrik ini menarik sangat banyak wisatawan domestic terutama yang berasal dari sekitar Solo untuk datang dan mengambil foto gaya kekinian. Nah, bagi Anda yang tidak ingin ketinggalan eksis sambil main ke Solo, jangan lupa mampir ke wisata Rumah Terbalik Solo ini ya.

Demikianlah beberapa alternatif tempat wisata yang kami rekomendasikan untuk dikunjungi jika Anda pergi ke Solo. Jangan lupa untuk mencicipi aneka kuliner khas solo seperti halnya nasi liwet,  selat Solo, tengklek, timlo dan wedangan yang terdiri dari wedang jahe, wedang kencur jeruk, wedang cangkir brilik dan wedang jahe gula jawa yang pastinya memanjakan lidah dan tidak akan membuat kantong Anda bolong. Selamat menikmati liburan yang asyik dan murah meriah di Kota penuh kenangan ini.