Tempat Wisata di Bengkulu dan Sekitarnya yang Murah dan Menarik

Tempat Wisata di Bengkulu dan Sekitarnya yang Murah dan Menarik -- Tempat Wisata di Bengkulu Paling Menarik untuk Liburan, Tempat Wisata di Bengkulu yang Menarik Dikunjungi, Tempat Wisata Murah dan Menarik di Bengkulu yang Wajib Dikunjungi, Tempat Wisata di Bengkulu Terbaru yang Lagi Hits, Wisata Alam - Wisata Kuliner - Wisata Sejarah di Bengkulu dan Sekitarnya.

Siapa bilang magnet wisata Indonesia hanya ada di eksotisme Indonesia tengah dan timur saja? Pulau Sumatera yang “menjaga” Indonesia dari sebelah barat juga punya banyak cerita menarik yang sangat sayang untuk dilewatkan. Dengan kultur dan kondisi geografis yang berbeda, Sumatera siap memberikan kisah dan pengalaman baru bagi akhir pekan ataupun liburan Anda bersama orang terkasih. Salah satu intan tersembunyi di Pulau Sumatera adalah Provinsi Bengkulu yang terletak di barat daya Sumatera.

Nama Bengkulu ini awalnya diambil dari Bahasa Inggris Bencoolen yang berarti tanah patah. Nama ini menggambarkan kondisi Bengkulu yang memang merupakan wilayah patahan gempa bumi. Bengkulu kaya akan sejarah baik pada zaman kolonial maupun sebelumnya. Tercatat beberapa kerajaan pernah menguasai daerah ini, seperti halnya Kerajaan Sungai Serut, Kerajaan Selebar, Kerajaan Pat Petulai, Kerajaan Balai Buntar, Kerajaan Sungai Lemau, Kerajaan Sekiris, Kerajaan Gedung Agung, dan Kerajaan Marau Riang. Riwayat ini berkontribusi pada budaya dan peninggalan yang kemudian menjadikan Bengkulu menjadi destinasi wisata eksotis yang patut masuk dalam daftar rencana berlibur Anda.

Dalam artikel berikut akan kami rekomendasikan beberapa tempat tujuan yang dapat Anda kunjungi selama liburan Anda ke provinsi yang terkenal dengan batik motif Arab gundulnya ini.

1. Telaga Puteri Tujuh Warna

Berjarak sekitar 120 km dari bandara di Kota Bengkulu, ada sebuah telaga unik yang memiliki tujuh warna. Tempat yang berlokasi di Desa Rimbo Pengadang, Air Dingin, perbatasan Kabupaten Rejang Lebong dengan Kabupaten Lebong ini dikenal dengan nama Telaga Puteri Tujuh Warna. Luas telaga ini sekitar 50 hektar. Ada empat telaga berukuran besar yang memiliki warna abu-abu, merah, biru dan putih. Selain itu ada tiga telaga yang berukuran lebih kecil dan memiliki warna hitam, coklat dan kuning.

Bagi Anda yang ingin menikmati udara segar, pemandangan luar biasa dan telaga yang memiliki semburan air panas, bersiap-siaplah untuk berjalan sekitar enam kilometer dari tempat parkir karena tentunya tidak ada akses kendaraan untuk menjangkau telaga ini sampai tempat ke muka hidungnya. Jika Anda tertarik untuk pergi kesana, ada sebuah kepercayaan yang berkembang di masyarakat yang menyatakan bahwa pengujung yang ke sana tidak boleh menyebutkan kata ”puteri”. Konon jika pantangan tersebut dilanggar, semburan air yang keluar dari telaga akan semakin besar.

2. Benteng Marlborough

Bengkulu nampaknya memiliki cukup banyak “kenangan” bersama Inggris di masa kolonial terdahulu. Jejak-jejak kejadiannya masih nampak salah satunya pada Benteng Marlborough yang terletak di Jalan Benteng, Kebun Keling, Teluk Segara, Kota Bengkulu.

Benteng ini didirikan pada jaman pemerintahan Gubernur Jenderal Joseph Callet yang berfungsi sebagai benteng pertahanan. Setelah mengalami sejarah yang panjang sampai direbut Belanda, markas Polri dan markas TNI AD, akhirnya pada tahun 1977 benteng ini resmi diserahkan pada Depdikbud (sekarang di sebut dengan Kemendiknas) dan dijadikan cagar budaya. Benteng Marlborough pun pada akhirnya digunakan sebagai sarana napak tilas tentang kira-kira kejadian apa yang terjadi di Bengkulu pada masa itu. Salah satu yang mencolok adalah keberadaan 72 meriam di dalamnya.

3. Pantai Sandal Jodoh

Pantai Sandal Jodoh, dari namanya saja Anda pasti sudah tergilitik. Terutama untuk yang sedang mencari pasangan, tempat yang berlokasi di Kebun Keling, Teluk Segara, Kebun Keling, Teluk Segara, Kota Bengkulu ini wajib hukumnya untuk dikunjungi. Sebenarnya, nama asli pantai ini Pantai Tapak Paderi. Di beri nama sandal jodoh karena ada spot foto yang berupa sandal yang menggantung, mirip dengan konsep gembok cinta, tapi ini menggunakan sandal.

Menurut cerita, pernah ada seorang suami yang mencari sandal istrinya yang hilang dan diketemukan di pantai ini. Awal mula mengapa banyak sandal yang digantung pun tak terlepas dari fakta bahwa memang di tempat ini sering ada sandal yang hanyut dan kemudian terdampar, naumn umumnya sebelah saja. Nah, daripada menjadi sampah, akhirnya dimanfaatkan untuk spot foto yang menarik.

4. Rumah Pengasingan Bung Karno

Bapak Proklamator Indonesia terkenal sering diasingkan selama masa-masa pra-kemerdekaan. Salah satunya adaah ke Bengkulu. Diketahui bahwa sebuah bangunan yang terletak di Anggut Atas, Bengkulu adalah rumah yang dulunya digunakan Mantan Presiden Pertama Indonesia yaitu Bung Karno ketika diasingkan.

Rumah yang ditempati pada periode tahun 1938 – 1942 ini awalnya adalah milik seorang pedagang Tionghoa yang kemudian di sewa oleh Belanda untuk keperluan pengasingan tokoh pejuang nasional Indonesia ini. Sampai saat ini di rumah tersebut masih tersimpan banyak barang peninggalan Bung Karno. Anda dapat melihat koleksi foto Ir. Soekarno beserta keluarganya yang menghiasi dinding, buku-buku berbahasa Belanda yang sering dibaca Bung Karno, ranjang besi dan sepeda yang beliau gunakan selama tinggal di Bengkulu.

5. Kompleks Makam Inggris

Pernah berpikir untuk berwisata ke pemakaman? Eits jangan berpikir yang mistis dulu karena destinasi wisata ini sungguh ada di Bengkulu. Jika Anda berkunjung ke Jalan Veteran, Jitra, Ps. Jitra, Kota Bengkulu. Di tempat ini awalnya Anda dapat menjumpai 1000 nisan dengan arsitektur kuno yang cantik, namun saat ini hanya tersisa 53 makam.

Ada beberapa tokoh terkenal Inggris yang dimakamkan di sana, mulai dari Mc Douglas, Parker, Hutchinson, dan Maclean. Kuburan Inggris ini tidak hanya cantik tapi juga merupakan yang terbesar di Asia Tenggara lho.

6. Benteng Marlborough

Selain mampir ke kompleks pemakaman Kristen peninggalan Inggris, sekalian juga ambil foro di Benteng Marlborough yang juga merupakan peninggalan Inggris. Bengkulu memang banyak memiliki histori dengan Inggris, karena Inggris sempat berkuasa di sana sejak 1650. Benteng ini didirikan pada tahun 1714 oleh East Indian Company pimpinan Joseph Callet. Benteng pertahanan Inggris ini disebut-sebut sebagai benteng terkuat kedua di wilayah Asia setelah benteng Inggris yang terdapat di Cina.

Benteng ini terletak di atas bukit dan memiliki pemandangan yang menghadap langsung ke arah kota Bengkulu, membelakangi Samudera Hindia yang terletak di belakangnya. Apabila di lihat dari atas, benteng yang memiliki ketinggian sekitar 8 meter ini nampak serupa dengan kura-kura. Dengan luas tanah mencapai 44.000 m2, dulunya benteng ini adalah tempat untuk mengurus berbagai administrasi, kantor hingga penjara.

7. Rumah Ibu Fatmawati

Bengkulu tidak hanya menyimpan cerita karena pernah menjadi tempat pengasingan Ir. Soekarno, tapi juga daerah asal dari Ibu Negara, Fatmawati Soekarno, yang merupakan seorang putri daerah Bengkulu. Rumah Ibu Fatmawati ini berada di Jalan Fatmawati, Kelurahan Penurunan. Lokasi ini memang dekat dengan rumah yang digunakan untuk pengasingan Bung Karno.

Diketahui keduanya menikah pada tahun 1943, ketika Ibu Fatmawati berusia 20 tahun. Penjahit bendera pusaka yang dikibarkan pada saat proklamasi ini adalah darah daging satu-satunya dari Hassan Din dan Siti Chadijah, yang sehari-hari tinggal di sebuah rumah panggung kayu berwarna cokelat. Rumah ini sederhana dengan tipikal arsitektur khas Bengkulu. Saat ini Anda dapat menyaksikan patung setengah badan dari Ibu Fatmawati yang akan menyambut di depan rumah tersebut.

8. Makam Sentot Alibasyah

Jika Anda ke Bengkulu, ziarah ke makam pahlawan nasional Sentot Alibasyah hendaknya juga masuk dalam list liburan Anda. Berlokasi di RT 1 RW 1 Kelurahan Bajak, Teluk Segara, pemakaman ini biasa dibuka dari pukul enam pagi hingga pukul empat sore.

Sentot Alibasyah sendiri adalah seorang pangeran keraton Yogyakarta bernama asli Pangeran Alibasyah Prawiradiraja, yang menjadi panglima perang Diponegoro, ketika berusaha melawan kolonial dari tanah Jawa. Ia kemudian ditangkat dan di bawa ke Padang oleh Belanda dengan tujuan untuk membantu Belanda melawan pasukan Tuanku Imam Bonjol. Setelah tahu bahwa dirinya dimanfaatkan untuk melawan bangsanya, Sentot Alibasyah berbalik menyerang Belanda dan kemudian ditangkap kembali. Setelahnya panglima ini diasingkan ke Bengkulu yang saat itu sedang terkena wabah malaria dengan tujuan agar Sentot Alibasyah meninggal akibat penyakit yang pada saat itu belum ada obatnya ini. Namun ternyata Sentot Alibasyah hidup dengan damai dengan masyarakat Bumi Raflesia sampai akhirnya meninggal di tahun 1885 dan dimakamkan di sana.

Demikianlah beberapa lokasi yang dapat Anda kunjungi jika melancong ke Bengkulu. Sebagai tambahan, jangan lupa untuk membeli oleh-oleh kain batik khas Bengkulu yang disebut dengan batik besurek, alias batik yang dihiasi huruf Arab gundul. Semoga perjalanan Anda ke Kota Bengkulu ini berjalan dengan lancar, menyenangkan hati dan tentunya tidak menguras isi dompet Anda.